Categories
Uncategorized

GAJI KAMU KECIL DAN MERASA KURANG?

Nasihat imam syafi’I yang bikin geleng geleng kepala

“Seseorang yang sedang mengalami kesulitan keuangan mendatangi imam syafi’I dan mengadukan krisis finansial yang dialaminya. Ia bekerja sebagai buruh dengan gaji lima dirham, dan gaji itu tidak mencukupi kebutuhannya, harga sembako terus merangkak naik, upahnya habis untuk basa basi bayar sana bayar sini. “

Setelah mendengar keluh kesah orang itu, sang imam syafi’I justru menyuruhnya untuk menemui bos nya dan meminta pengurangan gaji menjadi empat dirham.

Kok anehh……?

Sedang krisis ekonomi malah diminta untuk mengurangi gaji sendiri. Harusnya demo untuk naik gaji. Tapi karena ini nasehat dari orang sholeh, orang itu pun pergi melaksanakan perintah imam syafi’I meskipun dia tidak paham apa maksud dari perintah itu.

“Setelah beberapa lama kemudian orang itu kembali dating menemui imam syafi’I dan mengadukan kehidupannya yang tak kunjung mendapat kemajuan, lalu imam syafi’I memerintahkannya Kembali untuk mendatangi orang yang telah mengupahnya dan meminta majikannya untuk mengurangi gajinya menjadi tiga dirham.”

Lelaki ini hanya bisa menggelengkan kepala. Hidup sudah susah,lah ini mengencangkan pinggang sendiri yang kurus kering! Tapi lagi lagi orang itu pun pergi melaksanakan anjuran imam syafi’I dengan membawa perasaan keheranan bercampur rasa pasrah.

Beberapa hari kemudian orang itu Kembali datang menemui imam syafi’I dan mengucapkan “terimakasih atas nasihatnya yang tidak biasa” dia bercerita, bahwa tiga dirham justru dapat mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan sekarang hiduokan menjadi lapang.

Dia bertanya “ada rahasia apakah dibalik semua itu?”

Imam syafi’I menjelaskan bahwa oekerjaan yang dijalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari tiga dirham, dan kelebihan dua dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang telah dimilikinya Ketika bercampur dengan harta yang lainnya.

Sang imam lantas mengutip sebuah syair “dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya hart aitu menjadi banyak. Yang haram pun masuk kedalam yang halal lalau harta itu merusaknya”