Categories
Uncategorized

ABU RAYHAN AL-BIRUNI, SOSOK ILMUWAN MUSLIM YANG SANGAT LUAR BIASA “part 2”

Pada 1017 hingga 1030, Al-Biruni berkesempatan melancong ke India. Selama 13 tahun, dia mengkaji seluk-beluk India hingga melahirkan apa yang disebut Indologi atau studi tentang India. Di negeri Hindustan itu beliau mengumpulkan beragam bahan bagi penelitian monumental yang dilakukannya. Beliau mengorek dan menghimpun sejarah, kebiasaan, keyakinan atau kepercayaan yang di anut masyarakat di subbenua India.08:53

Al-Biruni sangat dikenal di masanya, baik di Timur maupun Barat. Ia juga diakui sebagai peletak dasar teori-teori perhitungan segi tiga bola (hisab al-mutsallatsat atau trigonometri). Dalam hidupnya, Al-Biruni menetap di kota Khawarazm hingga usianya yang ke 23. Karena terjadi gejolak politik ia pindah ke Jurjan (dekat Laut Kaspia di Asia Tengah). Di kota ini ia menetap selama 15 tahun, dan di kota ini ia menyelesaikan satu karyanya yang berjudul “al-Atsar al-Baqiyyah ‘an al-Qurun al-Khaliyyah”.08:53

Al-Biruni tercatat pernah menetap di India selama 40 tahun. Selama di India, Al-Biruni banyak mengkaji adat istiadat dan kebudayaan masyarakat India hingga akhirnya ia menulis karyanya yang bertitel: “Tahqiq Ma li al-Hind”. Buku ini menjadi rujukan para ulama yang mengkaji sejarah sosial dan kebudayaan, baik di era klasik maupun di era modern.08:53

Al-Biruni lalu menulis buku astrologi, yaitu The Elements of Astrology. Selain itu, sang ilmuwan itupun menulis sederet karya dalam kedokteran, geografi, serta fisika.08:54

Al-Biruni telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasikan table Astronomi untuk Sultan Ma’sud, “Papar Will Durant tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang Astronomi. Selain itu, Al-Biruni juga berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere. Beliau bahkan mengatakan bahwa bentuk bumi adalah bulat.08:54

Al-Biruni tercatat sebgai astronom yang melakukan percobaan yang berhubungan dengan fenomena astronomi. Beliau menduga galaksi bima sakti adalah kumpulan sejumlah bintang. Pada 1031 M beliau merampungkan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang, Al-Qanun Al Mas’udi.08:54

Selain itu, Al-Biruni merupakan ilmuwan yang pertama kali membedakan istilah astronomi dengan satrologi. Hal itu dilakukannya pada abad ke-11 M. dia juga menghasilkan berbagai karya penting dalam bidang astrologi.08:54

Dalam ilmu bumi, Al-Biruni menghasilkan sejumlah sumbangan penting sehingga dia dinobatkan sebagai “Bapak Geodesi”. Beliau juga memberi kontribusi signifikan katografi, geologi,geografi dan mineralogy. Kartografi adalah ilmu membuat peta atau globe. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah studi tentang proyeksi pembuatan peta.